menelusuri-kisah-manis-cokelat-sebagai-hadiah-valentine

Menelusuri Kisah Manis Cokelat sebagai Hadiah Valentine – Di zaman saat ini sudah jadi suatu hal yang lumrah mengimbuhkan hadiah cokelat kala Hari Valentine. Tapi tahukah kamu? Ada arti dan kisah yang lumayan unik terselip kala dari normalitas berikan cokelat sebagai hadiah Valentine.

Menelusuri Kisah Manis Cokelat sebagai Hadiah Valentine

menelusuri-kisah-manis-cokelat-sebagai-hadiah-valentine
adidasx16skor – Menurut catatan sejarah, cokelat sudah jadi lambang keromantisan sejak zaman suku Aztec dan Maya. Ya, kedua suku ini jadi yang pertama memproduksi biji kakao, kala itu sebagai minuman. Sajian ini pun cuma bisa dinikmati oleh para raja, bangsawan, dan sesepuh adat.

Saking berharga tinggi, cokelat jadi keliru satu alat pembayaran yang sah. Pada kala itu, biji kakao terhitung sering digunakan untuk membayar upah para pekerja.

Selain itu, suku Aztec dan Maya terhitung jelas manfaat cokelat sebagai makanan afrodisiak. Judibolalive99 Cokelat jadi makanan penambah selera, peningkat gairah, dan dipercaya memicu lawan jenis lebih terbuka terhadap romansa.

Tradisi mengimbuhkan cokelat sebagai hadiah Valentine pun makin lama populer; khususnya terhadap era Victoria (1800-an). Pada era tersebut, mereka sering mengimbuhkan hadiah berbentuk cokelat dan batu amber untuk memperlihatkan cinta. Mereka beranggap cokelat punya potensi sebagai alat perayu yang bisa memicu hati seseorang luluh; sama bersama dengan tekstur cokelat yang enteng meleleh.

Buku-buku etika dan para produsen cokelat pun, seakan mengimbuhkan propaganda bahwa pertukaran cokelat antara laki-laki dan perempuan merupakan sebuah deklarasi cinta.
Rasanya yang manis, terhitung membawa pengaruh emosional tersendiri bagi seseorang. Terlebih, dalam cokelat terdapat zat kimiawi yang menenangkan otak, tingkatkan energi, dan juga tingkatkan situasi hati. Karena itulah, ia sering dikaitkan bersama dengan perasaan jatuh cinta yang terhitung dinilai manis bak cokelat.
Produsen cokelat giat mempopulerkan sebagai hadiah Valentine

Siapa sangka? Penemuan biji cokelat yang tadinya cuma dikonsumsi oleh kalangan terbatas, kini kian berkembang. Hingga para produsen cokelat dunia mengambil cara lumayan besar dalam mempopulerkan makanan ini sebagai hadiah Valentine.
Salah satu pelopornya adalah Richard Cadbury– putra kedua dari pendiri pabrik cokelat Cadbury– terhadap abad ke-19. Ia menemukan cara memicu cokelat batangan bersama dengan cita rasa nikmat, tetapi bersama dengan harga yang terjangkau.

Mengutip Santa Barbara Chocolate, setelah memproduksi cokelat makin lama meluas, Richard pun mengemas produknya bersama dengan ornamen bernuansa romantis; ada cupid dan mawar. Kemudian, cokelat berikut laku keras di pasaran.
Bukan itu saja, Cadbury terhitung sukses jadi orang pertama yang menciptakan kotak cokelat berbentuk hati. Mulai dari sini, cokelat pun diburu sebagai hadiah Valentine. Inovasi tersebut, terhitung diikuti oleh produsen cokelat lain di Amerika Serikat.
Hingga th. 1923, pembuat cokelat bernama Russel Stover merasa menjajakan cokelat dalam kotak berbentuk hati, yang sekejap laris manis diborong para pencinta cokelat.
Secara psikologis, berikan pasangan camilan bisa tingkatkan harmonis

Seperti kita ketahui, cokelat mempunyai kandungan phenylethylamine yang bisa turunkan hormon cortisol penyebab stres; dan juga tingkatkan serotonin hormon pemicu rasa senang.

Rupanya, bukan cuma persentase dalam cokelat berikut yang bisa melakukan perbaikan perasaan. Secara psikologis, mengimbuhkan camilan kepada pasangan –seperti mengimbuhkan cokelat kala Valentine– bisa tingkatkan keharmonisan hubungan, lho.
Menurut Saskhya Aulia Prima M. Psi, membawa atau mengimbuhkan camilan bisa jadi tindakan konkret sebagai pengganti ungkapan hati.
“Cara orang mengungkap hati sebenarnya beda-beda. Jangan cuma kala berprestasi saja baru dipuji, kayaknya cintanya bersyarat banget. Bisa physical touch layaknya gandengan, mencium, atau tiba-tiba kasih surprise. Bahasa cinta ini bisa digabung-gabung bersama dengan tambahan tindakan yang konkret, umpama membawa makanan atau camilan kala pasangan ulang sibuk bekerja,” jelasnya kala jadi nara sumber di acara konferensi pers “Ungkapan Hati Cadbury,” Rabu (27/1).
Saskhya menambahkan, mengungkap isi hati ini jadi perlu manfaat tingkatkan interaksi yang lebih sehat. “Pada dasarnya manusia lahir punya kebutuhan untuk dicintai,” ucapnya.

Bagai jodoh, cokelat dan Hari Valentine kini tak bisa dipisahkan. Belum lengkap rasanya bila Valentine tak dihiasi bersama dengan manisnya cokelat yang bisa memicu hati siapa pun meleleh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *